Rabu, 01 Februari 2017

Aktif di Organisasi


MEMILIH  untuk jadi aktifis adalah pilihannya sendiri. meski belum lama, Fitriatul Homsah merasa yakin jika dirinya kan mendapatkan banyak ilmu dari organiasi yang diikutinya. Karena, setiap organisasi dinilainya akan memberi hal positif.

Tidak terkecuali organisasi pergerakan yang dia ikuti saat ini, mengajarkan untuk selalu peduli dengan sesama adalah ahal yang diperjuangkan. "Asik saja sih, bisa bertemu dengan orang baru dan teman baru," katanya.

Dia mengatakan, ada beberapa keseruan yang dirasakannya semenjak masuk diorganisasi. Tentu saja, setiap dirinya pulang dari kampus, pasti menyempatkan mampir ke kantor orgabisasinya itu.

Fitri merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang ikut aktif dalam organisasi di Jember. Belum lama memang, tapi organisasi sudah membuatnta nyaman. 'gak tau ya, kok tiba-tiba suka organisasi,' ungkapnya.



Tetap Ingin Lulus Tepat waktu

Perempuan yang lahir pada 5 Oktober 1998 ini, mengaku, awal kali dirinya tertarik dengan organisasi, adalah karena ajakan dari teman-temannya. "Awal kali hanya ikut-ikutan saja diajak teman," katanya.

Namun, secara perlahan setelah mengetahui seluk-beluk dari organisasi yang dia ikuti ini, Fitri merasa ada yang beda. Lebbih menekankan untuk tidak mementingkan diri sendiri adalah doktrin yang diajarkan.

Selain itu, dalam organisasinya itu, juga dianjurkan untuk selalu menjadi mahasiswa yang aktif. Tidak hanya di organisasi saja, melainkan dikampus dan ditempat lainnya. "dan cepat menyesuaikan diri," katanya.

Dia mengatakan, ada banyak hal yang didapatkan menjadi seorang mahasiswa yang aktif di organisasi. Fitri, mulai beraniberbicara didepan umum karena didikan organisasinya. Bahkan, saat ini dirinya dinilai sebagai mahasiswa fokal dikelasnya.

Perempuan yang memiliki watak cuek ini, tidak ingin jika waktunya harus habis di organisasi. "Kalau bisa kan, organisasi sama kuliah berimbang," katanya. "Agar tidak tua di kampus," begitu tambahnya.

Tinggal bagaimana mengatur waktu saja, jika waktunya kuliah ya ke kampus. "Jika waktunya berada diorganisasi, ya diorganisasi," katanya. Dengan begitu, istilah seorang aktifis pasti akan lulus belakangan akan hilang.

Dengan begitu, akan lebih mudah beorganisasi mengajak mahasiswa untuk bergabung dan aktif didalamnya. "Kebanyakan mereka tidak mau bergabung karena banyak anggota organisasi yang tidak lulus tepat waktu," katanya.

Sehingga, dirinya bertekad meski menjadi mahasiswa aktif organisasi, akan tetap menjaga kepercayaan orang tuanya dengan lulus tepat waktu. "Kalau saya sih, bakalan lulus tepat waktu nanti, Insyaallah," tutupnya. (mar)




Sumber : Jawa Pos - Radar Semeru Kamis, 3 November 2016
disalin oleh: NBL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar