Rabu, 22 Februari 2017

Dimotivasi Door To Door


BUKAN sekedar menjalankan tugas sebagai abdi negara. Aapalagi sekedar menggugurkan kewajiban. Tewtapi jika sudah sampai pada tingkatan iklas, akan dilakukan seberat apapun pekerjaannya. Demi anak didik berprestasi, dibelain sampai memotivasi doorto door.

Begitualah kerja keras yang dilakukan Fransisca Bunga Ayu. Perempuan kelahiran 24 Februari ini, sejak 2006 lalu menjadi pegawai negeri sipil. Sebagai gru SD. Namun, dia tugas itu tidak hanya dijalankan. Tetapai lebih dari itu. Dia begitu totalitas menjalankan tugasnya. Sampai akhirnya murid-muridnya berprestasi. Minimal tidak kalah bersaing dengan pelajar perkotaan.


Sejak diterima PNS, Fransisca sapaan akrabnya ditempatkan di sekolah pinggiran. Tepatnya di SDN Umbul Kecamatan Kedungjajang. "Langsung ditempatkan disana. Di sekolah pinggir. Dan itu jadi tantangan saya," katanya.

Dituntut Lebih Kreatif Dan Telaten

Istri Agus Forianto ini mengaku terkesan dengan tugas itu. Dan ditempatnya itu pula dia merasa banyak mendapat pengalaman sekaligus pelajaran berharga dalam hidupnya. Bisa merasakan bagaimana mengajar di desa dengan penuh lika-liku.

Salah satu pelajaran pentingnya adalah dia harus aktif memberi motivasi. Supaya anak didiknya semakin bersemangat. "Meskipun anak desa, saya pacu terus agar bisa berprestasi. Memberi semangat biar tidak kalah dengan anak-anak perkotaan," jelasnya.

Aktif yang dimaksudkan adalah memberi pelajaran tambahan pada murid kelas 6. Bukan sekedar memberi pelajaran dengan kreatif, tetapi sampai memberi les tambahan pelajaran. "Saya kasih les pagi dan siang. Ya dengan iklas itu, tentunya gratis. Biar masuk SMP Negeri di perkotaan. Biar bisa bersaing begitu," katanya.

Tidak hanya sebulan atau dua bulan. Melainkan sejak pertama masuk kelas 6 SD. Semua di beri tambahan waktu belajar. "Dan alhamdullillah, hasilnya bagus. Anak-anak ada yang sekolah di sekolah unggulan Kota Lumajang. Keren kan, ada murid SD ndeso masuk kota, unggulan lagi," katanya.

Tak cuma memberi les, Yang lebih menarik lagi adalah dengan memberi semangat sampai pada orang tuanya. Tak sedikit orang tua murid yang sampai didatangi ke rumahnya masing-masing. "Kalau kelihatan kurang bersemangat saya datangi kerumahnya, ya door to door begitu," jelasnya.

Dari situlah, orang tua juga tertuntut untuk turut mensupport. Sampai akhirnya, anak didiknya bersemangat mengikuti pelajaran dan bersemangat untuk meraih prestasi. Hal itulah yang dilakukan selama ini. Bukan sekedar menjalankan tanggung jawab. Tetapi iklas dan totalitas sampai berprestasi.
Kini kondisinya berubah. Sebab, beberapa bualan kemarin ibu dari Alfido Fairuz Zaki ini telah berpindah ke SDN Citrodiwangsan 2. Ditempat kerja barunya, dia mengajar di kelas 3. "Memang tidak sulit dalam memotivasi, tetapi dituntut telaten. Sebab di kelas bawah memang begitu. Tapi enggak masalh, sebab itulah tantangan yang harus saya lalui," jelasnya.

Sisi positif yang dia simpulkan adalah tidak seberat memotivasi murid pinggiran. "Lebih aktif dan kritis anak-anaknya. Maklum karena di perkotaan. Dan disitu dituntut untuk lebih kreatif mendidik mereka juga," pungkas alumni PGSD Kanjuruhan Malang ini. (fid)


Sumber: Jawa Ps Radar Semeru, 20 Januari 2016

Disalin Kembali Oleh : (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar