Jumat, 03 Februari 2017

Perawat Dagang Cokelat

SIAPA bilang jika punya pekerjaab tetap, kreativitas bakal tumpul. Bahkan, meski sudah jadi perawat dengan segudang kesibukan Siti Rochma masih bisa menunjukkan kreativitasnya. Malah, perawat ddi RSD Haryoto ini bisa membuat brand baru dengan cokelat klasik yang laris manis.




Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Malang


Seja lulus dari Akper Pemkab Lumajang pada 2014 lalu. dia langsung bekerja sebagai perawatb dirumah sakit terbesar di Lumajang tersebut. Aktivitas pekerjaannya dilewati dengan baik. Tak ada satupun tanggung jawab yang tercecer dibagian ruang bedah.

Perempuan kelahiran 12 Mei 1993 asal jalan Jendral sutoyo gang 3 no8 ini tidak mati kretivitas. kegemarannya yang berbeda dia kembangkan. Dia juga mulai merintis usaha coklat dan dan online shop. "Dari dulu memang suka jualan, jadi sampai sekarang hobi dan bakat dagangnya terus dikembangkan" jelasnya.

Dia mengakui, memang sempat kurang diterima. Alias slow respon, itu lantaran dia sendiri sibuk kerja dan juga harus melewati rasa capek sehingga jarang pegang smartphone dan mengoprasikan online shopnya.

Namun, setelah kesibukannya lewat seperti sekarang ini. dia kembali fokus kerja dan fokus berdagang cokelat. Cokelat yang dipilihadalah jemni coklat klasik. "Kenapa saya harus buka cokelat klasik karena memnag saya dasarnya saya suka dagang dan bakat dagang, jadi saya buka usaha cokelatini," jelasnya.

Awalnya dia mengaku hanya ingin buka usaha minuman. Yang memiliki brand lain dan modalnya tidak terlalu besar. "Modalnya sekitar Rp 8 jutaan lah," katanya, namun dia kembali bepilir. karena dia sendiri mengku tau bgaimana rasa dari brand tersebut.

sampai juga putra pertama dari dua bersaudara pasangan Umar dan siti maryam ini merasa bingung juga, apakah memilih minuman,buka yang bisnis A,B atau bisnis lainya. "Akhirnya saya tidak memilih keduanya, dan lebih memilih cokelat klasik," katanya.

Meskipun modalnya jauh lebih mahal sampai dua kali lipat, dia tau bagaimanan rasa-rasa dan kualitas dari cokelat klasik yang diabuat. "Karena saya sendiri juga memang suka sekali dengan minuman cokelat klasik dari dul. Akhirnya bertekad ngembangin ini," jelasnya.

Cara memasarkannya menurut dia tidaklah sulit. Ada yang menggunakan sosial media(sosmed), promosi di BBM, istagram maupun dengan menggunakan jejaring sosial facebook dan lainya. "dan alhamdililah dari mulut kemulut stiap custumer saya juga banyak pronisinya," urainya.

Dengan kondidi saat ini, dia mengaku sangat seang dengan bisnis ini. setiap melihat anak-anak SD,SMP dan orang Lumajang membeli cokelat buatannya dia merasa bangga. Apalagi melihat orang-orang tersebut begitu mudahnya mendapatkan cokelat.

sebab, dia sendiri merasakan betapa susahnya dulu untuk bisa mendapatkan cokelat."Soalnya saya dulu kalu pengin minum cokelat klasik harus ke malang dulu. sampai saking pengennya saya pernah pasang DP foto cokelat di statusnya saya saya tulis i "pengen cokelat klasik" giti" jelasnya.

Namun sekarang berbeda. Bahkan dia mampu memudahkan keingianan warga Lumajang dalam menikmati cokelat."alhamdulillah atas izin allah dan kedua orang tua setidaknya saya bisa mempermudah mengenalkan cokelat klasik pada orang-orang Lumajang," jelasnya.

Dengan demikian diamengakui bahwa semua sekarang lebih mudah  bisa dengan mudah menikmati cokelat klasik tanpa jauh-jauh seperti saya dulu. Dulu harus ke malang sekarang bisa didapat diluajang,' pungkasnya.(fid/ras)

Sumber: Jawa Pos Radar Semeru 7 Nonember 2016
Ditulis(RS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar