Rabu, 08 Februari 2017
Sukses Dari Story Telling
APAPUN ilmu yang didapat semasa sekolah sepatutnya untuk dikemnbangkan. Karena semua itu adalah bekal. Jikalau terasah bakal membuahkan prestasi.
Begitulah yang dialami perempuan bernama Roshinta Meta Abriana. Perempuan asal jalan Brantas 36 Jogoyudan Lumajang ini ternyata merasakan betul manfaat yang didapat semasa di bangku sekolah.
Jika Powerfull Bisa Bikin Merinding
Apalagi saat sekarang ini yang duduk di bangku kuliah semester 5 fakultas ekonomi universitas Jember.
Ya, kalau soal prestasi jangan ditanya. Sebab dia sudah menjadi Delegasi Nasional dalam Pertukaran Budaya (Cultural exchange) di Thailand pada Bulan Juli lalu. Cultural Exchange di Singapore, Malaysia, dan Thailand pada bulan Juli. Dan menjadi Delegasi Indonesian untuk Cultural Exchange International Cultural Festival di China pada Bulan September kemarin.
Dia mengaku, sederet prestasi nasional itu didasari bekal selama di bangku sekolah. "Jadi dasar saya bisa dipilih sebagai delegasi itu karena dulu pas SMP saya sering ikut lomba bahasa Inggris di Kabupaten Lumajang," katanya.
Lomba apa itu? Tak lain adalah Storytelling. "Dan juga karena sertifikat itu saya bisa meneruskan sampai jadi delegasi," tambahnya putri pasangan Imam Khanafi dan Unik Ekawati ini.
Semua pengalaman itu dia dapat sejak menganyam pendidikan di Lumajang. Paling banyak semasa di SMAN 2 Lumajang dan SMPN 2 Lumajang. Semua bekal didapat disana. Sehingga disaat Kuliah S1 dengan memilih Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unej semua semakin dia asah dengan baik.
Sebagai anak muda Lumajang, Roshinta mengaku tidak pernah lupa dengan kampung halaman. Dia selalu mengenalkan dan memberikan pesan bahwa Lumajang adalah kota yang subur. "Jadi pas waktu exchange juga saya membawa dan memperkenalkan budaya Lumajang," ungkapnya.
Dia mengakui untuk mendalami story telling memang tidak mudah. "Susahnya itu pas waktu ngedapetin feel nya ketika memerankan tokoh laki-laki," ungkapnya.
Namun begitu, masih banyak senengnya. Dia merasa dalam bercerita itu bisa mengekspresikan diri dan menvisulisasikan karya fiksinya. "Dan seakan-seakan itu nyata, sungguhan . Kalo bisa menjiwai dan powerfull ceritanya pasti bikin merinding. Itu asyiknya Storytelling," ujarnya.
Meski sukses dengan prestasi itu Roshinta ternyata juga aktif di sejumlah organisasi Lingkungan (Jember Youth Social Movement), Archery & Horseback, University Student English Forum. "Asyik kalau banyak aktifitas," ungkapnya.(fid/ras)
Sumber : Jawa Pos - Radar Semeru 18 November 2016
Di tulis ulang oleh : nbl
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar