JIKA sudah keblinger kuliner,kemanapun akan diburu.Apalagi jika sudah ketagihan sejak kecil.Pasti diker-kejar sampai dapat.Sampai akhirnya tahu ciri khas kuliner Lumajang dan luar Lumajang.Bakso Lumajang dinilainya berbeda dengan bakso luar.Lebih yahud.Lumajang.Winda Lestari lah yang merasakan ini.Dia mengaku memang sudah sreg dengan bakso khas Lumajang sejak masih kecil."Kalau bakso itu makanan wajib.Bakso Lumajang masih tetap saya rasakan beda dibanding lainnya,"kata perempuan kelahiran 22 November 1990 ini.
Dibelain Rela Pulang Dua Minggu Sekali
Winda sapaan akrabnya mengakui perbedaan itu.Barang kali lidahnya sudah kecantol dengan cita rasa bakso Lumajangan.Pertama dia menilai bakso lumajang terkesan dengan daging sebagai bahan dasar pentol."Terkesan asli dan kenyal.Pokoknya beda rasanya.Lebih gimana gitu,"katanya.
Kedua adalah kuahnya.Dia menyimpulkan,kuahnya alami banget.Berasa tidak ada tambahan-tambahan lainnya yang bikin merusak selera.Termasuk juga dengan rasanya.Dia menyimpulkan ada rasa yang tidak bisa didapatkan di daerah lain.
"pentolnya,kuahnya dan rasanya beda banget,"kata perempuan yang doyan makan bakso di kawasan Jalan semeru dan Yosowilangun ini.
Alumni SMAN 3 Lumajang ini menyimpulkan selama ini sudah pindah ke tiga daerah.Salah satunya adalah di kota besar.
Setiap disuatu daerah,dia selalu menjajal rasa bakso.Dan ternyata tetap saja lidahnya tak bisa dibohongi.Bakso Lumajang masih lengket dengan lidahnya.
Gara-gara bakso juga,dia sampai tak betah menetap lama-lama ninggalin Lumajang.Perempuan yang saat ini bekerja di Surabaya ini selalu ketagihan.Dan selalu pulang paling lama.dua pekan sekali ke Lumajang.
Penyebabnya bukan hanya karena ada urusan lain ataupun liburan.Melainkan juga karena kangen cita rasa bakso khas Lumajang."Makanya dua minggu sekali pulang.Kadang seminggu pulang juga.Karena kangen bakso lumajang aja,"tambahnya.
Ditambah lagi dengan pekerjaannya yang menuntut konsentrasi lebih di bidang accounting.Setiap jenuh dia selalu kepikiran sama bakso.Jika tidak dilarikan ke bakso,paling-paling berinteraksi dengan dunia luar.
Diantaranya Kalau dulu adalah pergi ke sawah.Tak lain adalah untuk menghilangkan kejenuhan dengan melihat-melihat aktivitas di sawah.Seperti aktifitas perkebunan tembakau.Disana dia habiskan dengan berinteraksi bersama para ibu-ibu petani."Begitu saja sudah hilang stres nya.Bisa refreshing.Tapi kalau ada baksonya tambah cepet fresh-nya,"katanya.
Karena itulah,putri ke tujuh dari delapan bersaudara dari Arman Satuwi ini tidak pernah betah tinggal lama meninggalkan Lumajang.Awal memang sempat pindah kerja di Jember,lalu digeser ke Surabaya sampai sekarang.Namun,tetap saja sering balik ke Lumajang.
Hal itu dia lakoni sejak awal 2009.Sambil kuliah,perempuan ini tergolong tangguh untuk meniti karier.Dia selalu siap dan sedia menjalankan tugas dan tanggung jawab.Dimanapun dia merasa bisa dan Dibikin asyik.Asalakan kegemaran makan baksonya tidak terhalangi,bagi dia sudah beres.(fid/ras)
Sumber:Jawa Pos Radar Semeru 19 Januari 2017
Ditulis Kembali:AF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar