BEGITULAH perempuan yang satu ini. Gara-gara tugas, dia harus menyukai novel. Namun, bukan novel seperti kebanyakan yang terdapat ditoko-toko buku. Melainkan novel Berbahasa Arab.
Bisa Nambah Kosakata Tanpa Menghafal
Nah, itu dia keistimewaan perempuan yang beralamatkan di desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo. mengambil kuliah dengan fokus bahasa arab, membuatnya harus menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa arab.Begini awal cerita Irin, harus menyukai novel. memang tidak banyak yang mengetahui, jika toko buku di beberapa daerah menyediakan novel yang secara langsung didatangkan dari Timur Tengah. Otomatis, bahasa yang digunakan juga murni bahasa yang digunakan juga murni bahasa Arab. bahkan, Irin mengatakan, bahasa Arab yang bisa dipakai dalam novel itu merupakan bahasa yang mengandung sastra. Sehingga cukup sulit untuk dipahami.
Namun Irin mengakui, jika pertama kali dirinya membeli novel bahasa Arab itu lantaran tugas dari kampusnya. "Wakru itu, saya dapat tugas dari kampus untuk mencari novel bahasa Arab dan memahami alur cerita dari novel tersebut," katanya.
Dari situlah, pengalaman pertamanya pengetahuan tentang novel bahasa Arab dia dapat. Irin mengakui, sangat sulit memahami kosa kata yang ada dalam novel berbahasa Arab. Karena kebanyakan dari kata-kata yang digunakan adalah bahasa orang Arab asli.
Yang terkadang, tidak semua orang indonesia mempelajari bahasa asli dari orang arab tersebut. "Dulu masih awal, sangat kesulitan, karena harus mencari kataawalan dari setiap kalimat," akunya.
Perempuan yang lahir di Surabaya 18 Agustus 1995 ini mengatakan, sebenarnya tidak ada bedanya, novel Arab dengan novel Indonesia. Dari segi alur cerita tidak jauh berbeda. Hanya saja, kebanyakan novel Arab itu berdasarkan pengalaman pribadi dari si penulis.
Novel yang menceritakan pengalaman pribadi itu yang menjadikannya suka dengan novel berbahasa Arab. Sehingga, di setiap alur cerita novel berbahasa Arab yang Irin baca pasti mengandung makna dan pelajaran bagi dirinya.
Tak hanya itu saja. Membaca novel bahasa Arab sangat membantu dirinya untuk menambah koleksi kata-kata Arab. Tentunya tidak dengan menghafal. Karena setiap membaca novel Arab pasti ada kata atau kalimat yang tidak dimengerti.
Dengan begitu, Irin harus belajar lagi dengan membuka kamus bahasa Arab miliknya. Dan cara itu adalah salah satu metode yang dilakukan agar mampu menambah kosakata tanpa harus menghafal. "Saya paling tidak suka menghafal," akunya.
Selain itu, pada dasarnya, Irin memang sudah menyukai membaca buku, apalagi buku yang menceritakan seorang tokoh. Sehingga, sudah barang tentu, perempuan berkacamata ini sangat betah jika harus berhadapan dengan sebuah buku.
Irin menuturkan, sebenarnya tidak ada yang istimewa dalam novel berbahasa Arab. Alur cerita lain sebagainya hampir sama dengan novel kebanyakan lainnya. Hanya saja, penggunaan bahasa yang membuat Irin tertantang.
Penggunaan majas, susunan kalimat per kalimat itu yang membuatnya terus tertarik untuk buatnya terus tertarik untuk menelusuri makna dari novel bahasa Arab tersebut. "Bahasa Arab memang selalu istimewa, apalagi bagi orang yang seperti saya sangat menyukai bahasa Arab," tutup anak perempuan pasangan Abdul Rohman dan Siti Hanifa ini. (mar/ras)
Sumber : Jawa Pos Radar Semeru 17 Januari 2017
Ditulis Kembali Oleh : (IS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar