Senin, 13 Februari 2017

Cermin Dari Anggota


PEMIMPIN itu bukan orang yang hebat, juga tidak patut bangga pada apa yang dijabatnya. Karena pemimpin itu memiliki kewajiban dalam mengayomi dan menjadi cermin dari anggota yang dipimpinnya. Itulah jawaban Nikmatun Nisak, saat ditanya soal pandangannya tentang seorang pemimpin.

Anadalkan Pembelajaran Visual

Begitulah yang dirasakan Sulastri Wulandari. Perempuan asal Rt 22, Rw 6, Desa Yosowilangun Lor Kecamatan Yosowilang ini selalu merasakan kebahagian sejak menjadi guru PAUD.
Mulanya dia tidak punya cita-cita ataupun niat untuk menjadi guru. Namun, dia didapuk sebagai sekretaris Badan Permusyarawatan Desa (BPD) desa setempat karena ada salah satu guru yang mengundurkan diri. "Saat itu saya diminta mengantikan. Karena dasarnya memang suka sama anak-anak ya saya jalani," ungkap perempuan kelahiran 15 Mei ini.

Sejak itulah petualangannya menjadi guru dimulai. Tepatnya sejak 2005. Setiap hari aktif, mulai jam 08.00 sampai jam 10.30, dia berinteraksi dengan anak-anak. Dia awalnya memang merasa kaku. Namun dia terus-terusan belajar menjdai guru yang baik

Bahkan, dia juga merasa nyasar dengan menggeluti profesi itu. Akhirnya, karena kegemarannya dengan anak-anak diapun menjalaninya dengan begitu senang. "Untuk terlanjur sayang sama anak-anak," katanya.

Dari situ pula dia memahami bahwa dibutuhkan intrumen yang efektif dalam pembelajaran. Setelah berulang kali mengajar, dia mengakui pembelajaran dengan menggunakan instrumen visual lah yang dipandang efektif dalam mengtransfer pengetahuan pada anak usia dini. Itu cepat dengan visual, misalkan nama ulat tinggal ditunjukkan gambar ulat Ya semua anak-anak tahu itulah ulat," katanya.

Ada lagi yang dianggapnya efektif. Yakni ketika mengajak anak-anak keluar ruangan. Dia situ dia mengajak murid-muridnya meneliti apa saja benda yang ada di sekitar. Mulai dari tanaman sampai benda-benda lainnya.

Pengalaman itulah yang membuat dia merasa senang dan betah menjadi guru PAUD sampai belasan tahun. Dia menyadari untuk merangsang anak didiknya gemar membaca adalah dengan melihat gambar. Dan semua itu tidak mudah. Dengan begitu telaten dia merasa berhasil mendidik murid - muridnya.

Alumni SMAN Yosowilangun ini mangakun semakin enjoy ketika perkembangan guru Paud semakin bagus. Mulai ada anggaran DAK dari APBN sejak 2016 ini. Yang nilainya disesuaikan dengan jumlah murid. artinya, kebutuhan hidupnya juga ada yang menjamin. Paling tidak, pendapatnya juga tidak kelimpungan seperti yang dialami diawal-awal.

Selain itu, ada pesan-pesan yang menyerahkan dalam dirinya selama menjadi guru. "Saya sendiri menyukai anak-anak. Anak-anak itu lucu, polos celpas-celpos sesuai yang ada dipikirannya ya dikeluarkan. Itu yang bikin saya suka, jelasnya.

Apalagi untuk anak usia dini. Pendidikan itu berguna untuk membentuk karakter. Agar kedepannya berkembang dan lebih baik. Prinsip yang ditekankan selama mengajar adalah belajar sambil bermain. Tidak harus bisa baca tulis pada murid seusia PAUD. Dengan bermain sambil belajar, bisa mengenalkan apapun. Keingintahuan anak-anak menjadi bekal penting dalam pembelajarannya.

Diapun juga merasa senang karena turut membentuk kebiasaan anak-anak dengan serangkaian rutinitas. Memang tidak begitu namoak, namun begitu nampak,namun begitu penting. Seperti mengajari pembiasaan anak suka mengucap salam, berkata pakai sabun, gososk gigi dan lainnya. Tambah senang karena bisa ngajari perilaku anak usia dini. Bisa membentuk karakter anak," pungkas alumni IKIP PGRI Jember ini. (fid/ras)


Sumber : Jawa Pos Radar Semeru 03 Januari 2017
Ditulis Kembali Oleh : (IS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar