Jumat, 24 Februari 2017

Basah di Kencatikan


Sudah sekitar delapan tahun yang lalu, keluarganya mendirikan usah dirumahnya. Waktu itu umurnya masih sekitar 12 tahun. De Ajeng Eka Putri, sudah diperkenalkan orang tuanya, tentang kecantikan.

Tarik Pengunjung dengan Promo

Diusia yang masih belia, Ajeng sudah sangat dekat dengan salon kecantikan. Maklum saja, ibunya saat itu memiliki salon pribadi yang digagasnya sendiri. "Sudah delapan tahuan keluarga saya mengelola salon kecantikan ini,"  katanya.
meski saat itu masih belum diperbolehkan untuk menangani secara langsung tamu yang datang. Paling tidak Ajeng melihat, apa yang dilakukan ibunya untuk memuaskan pengunjung yang datang. Yang sebagian besar adalah perempuan.
Dari situ Ajeng mulai paham, peralatan apa yang harus diambilnya untuk menangani pengunjung dengan berbagai permasalahan. "Awalnya hanya lihat saja keika ibu melayani pengunjung, lama-kelamaan disuruh bantu-bantu," ungkapnya.
terus erang di akatakan, pengalaman pertama menangani pengunjung adlah kesan yang tidak bisa dia lupakan. Rasa waswas takut tidak memuasakn datang kala itu. Namun, semua itu bisa dilaluinya meski dalam tempo waktu yang cukup lama.
Dari situlah, Ajeng mulai terbiasa. Setiap hari sepulang sekolah, dia membantu ibunya menangani pelanggannya yang datang. "Setelah kelamaan sudah terbiasa, lalu enak-enak sendiri ini," tuturnya.
Dari pengalaman yang diberikan langsung oleh orang tua itulah, akhirnya Ajeng memutuskan untuk meneruskan sekolahnya dibidang kecantikan. Permpuan yang baru saja menyelesaikan sekolahnya pada 2016 lalu ini mengakui, memilih jurusan kecantikan itu merupakan keinginannya sendiri. Selain ingin meneruskan usaha yang didirikan ibunya, Ajeng juga mencita-citakan salon kecantikan milik keluarganya bisa lebih berkembang.
Menurutnya, paling tidak ilmu yang dia dapat di Sekolah bisa dikolaborasikan dengan pengalaman yang dimilikinya ibunya. "Kan enak, bisa bekerja sama ibu itdak jauh juga. YAng utama bisa membantu orang tua," aku anak perempuan pasangan Alm Winarso dan Eni Widiastutik ini.
Saat ini, Ajeng sudah benar terkonsentrasi untuk membantu ibunya mengembangkan salon. Berbagai cara dia lakukan, misalnya membuat sebuah promo dan diskon harga pada perawatan  tertentu.
CAra-cara itu akan membuah pelanggan baru berdatangan. Dan pelanggan lama kan lebih betah melakukan perawtan disalon miliknya. "Ada banyak cara sih, tapi selmaa ini yang paling efektif memberikan promo dan diskon," terangnya.
HAnya saja, tidak melulu soal promo dan diskon. Memberikan pelayanan maksimal pada pengunjung adalah ujung tombak suksesnya salon yang dimilikinya. "Tapi memberikan pelayanan yang maksimalharus dilakukan, agar pelanggan tidak kecewa," tambahnya.
Dia menuturkan, memiliki salon itu merupakan pekerjaan yang memiliki banyak resiko. Pasalnya, bersentuhan langsung dengan pengunjung. Selain itu, bisanya mereka melakukan perawatan untuk memepercantik diri.
Jika salah dalam melakukan perawatan, maka hasilnya juga tidak akan maksimal. "Risiko pasti ada ya, terkadang pengunjung yang tidak cocok dengan produk yang kami pkai," ungkapnya.
NAmun dia mengatakan, semua itu merupakan lika-liku dalam menjalankan sebuah usaha. "Untuk mengindari itu, kami menyediakan segala macam produk yang sesuai dengan jenis kulit pengunjung," tutupnya. (mar)






Sumber :Jawa Pos - Radar Semeru, 24 Januari 2017
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar