Sabtu, 25 Februari 2017

Selalu Terobos Gelap

ORANG tua mana yang tidak khawatir ketika anak perepuannya melintas sendirian di tengah gelap malam.Pasti khawatir lah.Takut terjadi sesuatu di tengah jalan.Namun bagi yang menjalani dianggap sudah biasa.Itulah yang dialami perempuan yang bernama lengkap Ayu Septin Sri Rahayu.Perempuan kelahiran 16 Maret 1997 ini setiap hari melintas di kawasan bulakan.Dari Lumajang sampai di rumah tinggalnya yang berda di Senduro.Dia harus melintas kawasan rawan dan gelap.Malam hari sepulang kuliah yang berkisar antara pukul 20.00 sampai 21.00"Iya,setiap hari pulangnya malam.kuliahnya kan emang bakda isyak selesainya,"kata perempuan berkrudung ini.Mau bagaimana lagi.Sebab,pagi hari dia harus bekerja.Sepulang itu,dia memang sering langsung pulang ke rumah.Baru setelah Magrib,dia kembali ke Kampus untuk menempuh kuliah di jurusan manajemen STIE Widyagama yang kini sudah duduk disemester 2.


Istirahat Sebentar,Berangkat Lagi untuk Kuliah


Pulangnya ya tentu malam hari.Dan Pola itu lebih sering dilakukan."Kadang sih tidak pulang,langsung ke kampus.Tapi yang sering pulang dulu.Baru saat jam kuliah berangkat lagi dan pulangnya malam,"terangnya.Anak keempat pasangan Subagio dan Cilik Wahyuningrum ini mengaku sudah terbiasa.Capek memang.Tetapi karena sudah kewajiban dia santai saja menjalaninya.Dan awal-awal memang seperti orang lain.Merasakan ketakutan.Tetapi setelah beberapa hari dilalui,akhirnya dia berani juga.Pulang pergi malam hari dari rumah ke kampus menjadi aktivitas yang tak bisa dihindari."Ya sendirian,awal-awal sempat khawatir,tapi sekarang sudah enggak,sudah biasa begitu,"jelasnya.Sampai saat ini,tanpa terasa sudah hampir setahun dia melewati aktivitas seperti itu.selalu menerobos gelapnya malam demi kerja dan kuliahnya.Orang tua memang khawatir,tetapi selama dia bisa menjalani dengan nyaman,dia hanya bisa menenangkan perasaan orang tuanya.
Selain itu,Ayu,sapaan akrabnya,tidak pernah terkendala jarak ataupun keadaan untuk meniti masa depannya.Sehingga,seberat apapun dia jalani.Dia tekuni dengan segala risikonya.Jika tidak,dia merasa sulit berkembang.
Hal itu ternyata benar.Sebut saja dengan kegemarannya pada aktivitas menari maupun menyanyi.Dia masih tekun menjalaninya.Di belain latihan di Lumajang meskipun rumahnya jauh.Sampai akhirnya dia bisa menjadi penari andalan Lumajang.
Dia merasa senang menari mulai dari SMA.Sejumlah even juga tidak jarang dia menampilkan tariannya.Diantaranya saat acara di ulang tahun sekolah.Bahkan dalam serangkaian acara harjalu,Dia jarang absen.Dia merasa senang sekali dengan aktivitasnya itu."Seneng banget kalau ada event-event itu.Seneng ikut meramaikan dengan kesenian tari.Itu untuk mengeksplore bakat saya juga sih,"tutur alumni SMA Senduro 2016.ini.
Urusan menyanyi juga sama.Cuma sedikit berbeda.Dia menyanyi untuk menghilangkan penat dalam fikiran saja."Memang sih suaranya gak bagus-bagus aman.Tapi tetap aja di buat enjoy karena hobi saya.Kalau ayah sering meledek begini,katanya pintar nyanyi tapi kok gak jadi biduan,begitu,"ujarnya sembari menirukan ledekan orang tuanya.(fid/ras)


Sumber:Jawa Pos Radar Semeru 26 Januari 2017

Ditulis Kembali:AF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar