Kamis, 23 Februari 2017

Terbiasa Sederhana


BEGITULAH perempuan yang satu ini, saat ditanya gaya hidup apa yang saat ini dia jalani? Jawaban singkatnya adalah tidak suka gaya hidup mewah. Dengan kata lain, hidup dengan cara yang sederhana adalah pilihannya.
Permpuan yang lahir di Lumajang 6 Oktober 1998 ini menuturkan, gaya hidup yang terlalu mewah membuat kasih sayang dari orang tua berkuarang. "Karena dia terlalu memperdulikan kehidupannya sendiri," katanya.
Sehingga menjadi diri sendiri iru sangat penting. Sehingga, dalam hidup tidak hanya mengandalkan harta. Melainkan sebuah kebersamaan yang terus terjalin. "Dengan tampil apa adanya hidup akanlebih indah," tambahnya.

Juga Terbiasa Rajin Menabung 

Gaya hidup sederhana itu, sudah menjadi kebiasan bagi perempuan yang biasa dipanggil Miftah ini. Mengapa tidak, sejak kecil dia sudah hidup dalam keadaan keluarga yang sederhana dan menerima apa adanya.
Sehingga kebiasaan itu terus dia bawa sampai saat ini.Bahkan, meski Miftahsudah bekerja dan bisa mencukupi hidupnya sendiri, gaya hidup sederhana terus dia jaga dan dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
Miftah merupakan karyawan di salah satu salon kecantikan di Lumajang, lulusan dari SMK kecantikan itu langsung terjun ke dunia kerja. "Saya langsung kerja, untuk membantu pemasukan orang tua," tuturnya.
Karena dia meyakini, kebahagiaan itu tidak hanya didapat karena menghambur-hamburkan uang. Menabung hasil kerja untuk membahagiakan orang sekitar itu adalah sesuatu yang tidak bisa dinilai harganya.
Apalagi kehidupan mewah itu didapatkan bukan dari hasil usaha sendiri. Minta ke orang tua untuk gaya-gayaan. Hal itu bukan sama sekali tipe perempuan yang hobi bersepeda ini. "Duuuuh, apalagi gaya-gayaan karena dibelikan orang tua," ujarnya.
Dari hal itu, Miftah lebih memilih untuk bekerja dan membantu orang tunaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, dalam bekerja Miftah selalu semngat dan giat dalam bekerja.
Setiap harinya Miftah bekerja di salon kecantikan, memang tidak seberapa hasil yang didapat. Hanya cukup untuk kebutuhannya sendiri. Meski tidak seberapa, Miftah sempatkan diri untuk menabung uang hasil pekerjaanya.
Hal dia lakukan untuk emmbantu orang tuanya, jika sevara tiba-tiba membutuhkan uang lebih. "Yaaa, paling tidak ada hasil yang tidak hanya dirasakan oleh saya sendiri, orang tua dan juga bisa merasakan," tutur anak perempuan pasangan Dila dan Ana ini
Meski sangat menyukai berbelanja, namun kesukaan itu tidak setiap hari dia lakuakan. Hanya sesekali jika memiliki rejeki lebih dari pekerjaan yang dia lakukan. "Berbelanja sih suka ya, Tapi tetap harus lihat budget duly,"tutupnya. (mar/ras)






Sumber : Jawa Pos - Radar Semeru, 21 Januari 2017
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar