Kamis, 09 Februari 2017

Sukses Sampingan Pizza



KATA siapa lidah orang lumajang berasa asing dengan makanan pizza. Ternyta tidak. Bahkan, makanan kas italino itu menjadi favorit bagi warga Lumajang bagian selatan lagi.  Buktinya sampingan usaha pizza milik Siti Hanifah begitu suksesnya menyedot pembeli.


Tetap Enggan Tinggalkan Profesi Guru MI


Ya, siti hanifah tidak menyangka usaha yang dirintis tiga tahun lalu itu mulai membuahkan hasil. sebab, pekerjaan utamanya adalah seorang guru di MI Nurui Islam Candipura,'Sudah sepuluh  tahun mengajarnya," kata perempuan asal desa jarit, kecamatan candipuro ini.

Namun bekal yang didapat sebelum mengejar ternyta mengatarkan dia pada kesuksesan. Sebab pengalaman yang bekerja di pabrik roti di Malang yang berjalan sekitar 1,5 tahun terus dikembangka. "Disutiawalnya aku aku mulai tertarik pada roti karena adonannanya simpel," katanya. kemudian dia mengembangkannya pada adonan.

Tetap dijadikan tugas utama adalah mengajar,  Nah sejak November 2013 lalu dia mencoba untuk mengjarkan usahanya sampingan . Yakni berjualan pizza. "Awalnya coba dan pizza itu bisa pizza itu kita coba-coba ternyta enak rasanya pas dengan lidah orang lumajang berasa jawanya begitu tambahnya.

Dia mengaku lidah orang lumajang barngkali berbrda dengan lidah orang luar. Dia menyebutkan lidah orang lumajang ternyta lebih suka dengan makanan kas jawa. sehingga dai mencoba bebarapa kali resep selama enam bulan yang sesuai dengan selera orang Lumajang.

Akibatnya dia merasakan betul dampaknya setalah di coba enam bulan merasa pas baru jualan pizza. Pizzanya lain dari pizza lainnya dari pizza biasanya. karena rasanya lebih ke lidah jawa banget katanya.

Sewjak itulah bisnis pizzanya  mulaiu menyedot banyak pembeli terutama dari kalangan candipuro hasil juga pizza itupun akhirnya jauh lebih besar dari ngajinya sebagai seorang guru sebab omsetnya dalam sehari berkisar Rp 300 sampai Rp 750 ribu, bahkan kalau ada pesanan khususnya bisa tembus angka Rp 1 juta.

Hal itu juga tak lepas dari cara dia menarik pelanggan. Dengan cara mengandalkan dari sosial media. "Pelanggannya dari facebook banyak juga kontak BBM nya saja sampai ytembus sekitar 1.200 setiapa ada produk dia unggah di sosmed itu. Disitu mulai banyak yang pesan," jelasnya.

Akibatnya, melihat omsetnya melonjok bebrapa bank sedah membuka tawaran pinjaman. "Tujuannyua tawaran untuk membuka gerai tapi aku masih fikir fikir dulu soalnya itu pasti  butuh metal yang kuat. Lagian aku gak bisa melepas profesi sebagai guru," tambahnya.

Dia mengaku meski gaji sebagai guru tidak sebanding dengan usaha sampingnya dia merasa jalan sebagai guru adalah jalannya yang benar. Yakni jalan untuk menunaikan ibafdah yang tidak sekeda memikirkan uang. (fid/ras)


Sumber:Jawa Pos Radar Semeru, 23 November 2016
Disalin Oleh (Rs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar