Jumat, 17 Februari 2017

Diam Itu Menjenuhkan



TERNYATA ada yang bilang diam itu tidak enak. Menjenuhkan duduk santai di rumah setelah merampungkan pekerjaan rumah tanggamalah dibilang aneh. Keluiar bertangtanggapun juga kurang bermanfaat. Maka, bekerja yang dianggap sebagai salh satu solusinya.


Saat Anak Balita, Stop Kerja

Demikian yang dirasakan Eva Wahyu Sina. Perempuan kelahiran 27 Mei 1980 ini mengaku jika dia tidak bisa diam, "Ndak enak memang (tidak enak kalau diam)." ujarnya.

Tak heram jika sejak lulus SMA, dia selalu punya pekerjaan karena begitu bersemangatnya untuk bekerja. Sejumlah perusahaan dengan beragam posisi pekerjaan dia jalani. Memang tujuan untuk mencari pendapat tak bisa dinafikan. Tapi terpenting karena tidak ingin berdiam diri di rumah.

Perempuan asal jalan Mayjend Soerkartijo, RT 4, Rw 10 Kecamatan Rowokangkung ini mengakui jika banyak pekerjaan yang dilalui sejak lulus SMA. Setelah menerima ijazah, dia langsung mecari pekerjaan .

Pertama adalah menjadi kaaryawamn di salah satu toko penjualan kaset VCD tahun 1999 sampai tahun 2001, Sempat berhenti namun merasa  tidak biasa, Membuat dia langsung bekerja kembali. "kalau gak kerja  gak enak bener."kalau gak kerja gak enak bener. Bener ini," jelasnya.

Lalu dia melanjutkan bekerja di salh satu dddddealer ternama di Lumajang. Dia ditunjuk untuk menjadi kepala bagaian admistrasi sejak 2001 sampai tahun 2001. Tak cumadi situ, liku-liku petualangan pengalaman kerjanya diajurkan sebagai karyawan di percetakan terkenal di Lumajang. Bertahan sampai tahun 2005.

Juga pernah menjadi karyawan di perusahaan pengelolahan kayu. "Sampai akhirnya sekarang bekerja menjadi pengelola keuangan yang bersumber dari dana pemerintah. Pokoknya kerja terus, kalau diam jenuh banget," katanya.

Awalnya dia mengaku sempat berhenti dan tidak mau bekerja. Itu setelah yakni Noval Evan dika yang sekarang duduk di kelas 6 SD Jatisari, Tempeh dan Ridho Ramadhan kelas 1 SD Ar Rohman.

Namun seelah usia anaknya biosa ditinggal seusia TJK. Istri Eko sudjarwo ini lantas min ta izin suami. Supaya diperbolehkan untuk bekerja."Suami mengizinkan ya wes, kerja lagi tapi ngurus rumah tangga dan anak anak ya jalan juga." jelasnya.

Di pekerjaannya dalm mengelola keuangan pemerintah menurut dia masalah tambah srewg, Sebab, setiap hari bertemu dengan orang-orang untuk dilayani. Tuganya melayani peminjam malah membuat dia tambaah senang.

Dia mengaku, melayanio banyak orang dengan beragam karakter itu tidaklah mudah asti menemui banyak kendala,"Yang harus beginilah dan harus bersikap begitu tah supaya masyarakat nseneng," katanya. Hal itu diajadikan sebagai semangat untuk melewati tantangan.(fid/ras)

Sumber : Jawa Pos Radar Semeru, 11 Januari 2017

Disalin Kembali Oleh.(Rs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar