Sabtu, 18 Februari 2017

Serjana Pertania yang Administratif


GELAR seseorang tidak sepatutnya mengekang. Justru seharusnya bisa lihai dalam mengeksplorasikan diri. Meskipun serjana pertanian, paling tidak bisa mahir ngurus administrasi.
Begitulah kira-kira. Dan asalah satu yang merasakan adalah Anita Nur Laela asal Gang Makam Nomor 31 Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun. Perempuan kelahiran 18 Maret 1993 ini adalah anak semata wayang dati Syehariyo dan Ribut Diana Wati.


Bersyukur Karena Bisa Mengatasi

Riwayat pendidikannya cukup jelas dan runtut. SDN 01 Yosowilangun Kidul lulus 2005, SMPN 1 Yosowilangun lulus 2008, SMAN 3 Lumajang lulus 2011. Kemudian melanjutkan di Universitas Negeri Jember, jurusan teknologi hasil pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian. Kini dia pun menyandangbgelar Sarjana Teknologi ertanian (STP).
Namun, dari gelar yang didapat, dia malah eksis di bidang lainnya. "Saya bekerja di perusahaan bidang developer and general kontraktor, perusahaan semacam developer properti," katanya.
Tak tanggung-tanggung, dia sudah memegang jabatan sebagai kepala bagian administrasi. "Pengalaman selama bekerja di bidang ini ya termasuk hal baru bagi saya. Soalnya bukan bidang saya selama studi," ungkapnya.
Tapi dia bersyukur. Dan aelalu berucap alhamdulillah karena dirinya bisa. Seluruh tanggung jawabnya yang berkaitan dengan administrasi bisa teratasi. "Bisa ngatasi dengan belajar," ujarnya.
Dia mengakui, memang banyak hal yang baru. Itu tidak sedikit mengenai pemasaran dan properti. "Itu tidak mudah, bukan pemasaran hal biasa, Dan tanggung jawab terhadap kelengkapan berkas adalah tanggung jawab yang besar buat saya. Tapi syukur alhamdulillah saya bisa mengatasi semuanya," jelasnya.
Dengan pekerjaan itupun, dia tidak lupa dengan hpbinya. Sebab, itulah yang paling bisa membuat dia bersemangat lebih. Yakni hobi olahraga gowes dan renang serta travelling. "Kalu travelling saya suka jalan-jalan sambil menikmai kuliner kota yang saya singgahi," ujarnya.
Sebagi putra daerah Lumajang dia juga tidak mati kritis. Masih banyak harapan di Kampung halamannya.
Diantaranya harapan pada sektor wisata. "Saya lebih setuju dengan pembangunan kota Lomajang. Karena Lumajang sebenarnya sangat berpotensi menarik wisatawan," katanya.
Namun kata dia yang terkenal hanya itu-itu saja. Kalau bukan puncak mahameru dengan jalur pendakiannya, paling puncak B-29. "Sebenarnya kan banyak. Mungkin dari situ perhatian pemerintah bisa semakin ditingkatkan, untuk pembangunan kota sendiri saya setuju dengan pembangunan lebih ke fasilitas masyarakat contoh nya seperti Alun-alun. Itu oke, itu bagus banget," pungkasnya. (fid)


Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 12 Januari 2017

Disalin Kembali Oleh: (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar