Kamis, 16 Februari 2017

Kerja Sepulang Ngajar


TIDAK sedikit perempuan tangguh di Lumajang. Dari kalangan pendidikan juga ada. Tidak jarang menemukan guru yang melanjutkan bekerja sepulang dari mengajar. Salah satunya adalah A'an Lidiawati.

Saat Liburan Malah Full Kerja

Perempuan yang menyandang gelar sarjana pendiidkan ini memang menjadi guru di Raudatul Atfal (RA) Muslimat Negeri 35 Lumajang. HAri-harinya dihabiskan berinteraksi dengan murid-murid RA tersebut.
Dia mengajar belasan tahun di lembaga pendidikan itu. Sudah sembilan tahun lamanya   dia mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk pekerjaan mulia itu. Sampai saat ini dia sudah memiliki buah hati.
Anak pertama sudah duudk di bangku kelas 6 SD bernama Aldi dan anak kedua bernama Ardani yang masih berusia 3 tahun. Selama di rumah, dia selalu disibukkan menjadi seorang ibu rumah tangga.
Namun, dalam setahun terakhir, dia bukannya memilih meluangkan waktu untuk istirahat. Melainkan menambah pekerjaan. "Iya, sejak sekitar setahun ini nambah pekerjaan," ungkap perempuan asal Desa Denok Kecamatan Kota Lumajang.
Yakni sebagai salah satu karyawan di Lumajang kota bagian umum. Dia mengaku, semua itu dilakukan dengan iklas. Dengan berusaha untuk menambah pendapatan pendapatan keluarga sekaligus mengabdi pada tempat kerja tambahannya yang baru. Sebab, tempat kerja itulah dia sering dibantu.
Kendati demikian, tidak ada altivitas dan tanggung jawab dari pekerjaannya yang tercecer. Sebab, pekerjaan sebagai karyawan dia lakukan sepulang mengajar. "Jadi paginya mengajar, pulangmya kerja," katanya.
JAdwal mengajarnya juga sama dengan yang lain. Tidak dikurangi. PAgi jam 07.00, dia mengajar dengan rajin. Anak didiknya juga banyak yang menyayanginya. Bahkan, dia juga tergolong salah satu guru berprestasi di lembaga pendidikan itu.
Baru setelah urusan menjadi guru rampung, sekitar pukul 11.00 dia pulang. Nah, di situlah dia tidak langsung istirahat di rumah seperti guru-guru lainnya. Memang pulang. Tetapi paling-paling hanya ganti pakaian dan mengurus anak-anaknya serta keperluan rumah tangga.
Dan, setelah itu dia keluar rumah lagi. Yakni menjalankan tugas-tugas dari pekerjaannya sebagi karyawan. "Ya langsung kesini, ke tempat kerja ini setelah pulang mengajar di sekolah. Kerja lagi," jelasnya.
Disaat liburan sekolah juga demikian. Bukannya dia istirahat di rumah ternyata. Melainkan dia gunakan untuk bekerja sebagai karyawan. "Kalau libur mengajar, sejak pagi pagi  karyawan. Ya bekerja sebagai karyawan," ungkapnya.
Dia tidak merasa jenuh dengan padatnya rutinitas semacam itu. Justru dia merasa senang. Sebab, banyak pengalaman yang dia dapat. Selain itu, dia juga merasa senang karena bisa membantu pekerjaan di tempat kerja sebagai karyawan yang pernah membantunya.
Hubungan dengan rekan kerjanya juga tidak ada masalah. Jika di sekolah dia berinteraksi dengan rekan guru berjalan lancar-lancar saja, begitu juga di tempat kerja satunya. "Semua berjalan wajr-wajr saja. Alhamdulillah," ungkapnya. (fid/ras)





Sumber : Jawa Pos Pos Radar Semeru 7 Januari 2017
Ditulis Kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar