Senin, 20 Februari 2017

Terkesan Pendakian Gunung




PUNCAK Mahameru memang menarik banyak perhatian. Bukan cuma buat warga Lumajang saja. Mereka yang di luar Lumajang  dan peornah singgah di Lumajang lama pstinya masih terkenang. Eksotikanya masih sulit dilupakan.

Begitulah yang dirasakan Ratih Kumara Dewi. Perempuan kelahiran 16 Mei ini merasakan betul betapa indahnya pemandangan di puncak mahameru. Memang tidak begitu sering dia naik gunung. hanya beberapa kali saja tak sampai hitungan puluhan.


Bikin selalu Ingat Dengan Lumajang

Namun, dia merasa betul aura alam yang penuh dengan pesona. Terutama saat di puncak. Rasanya sulit diluoakan. Bukan cuma itu, gunung lemongan juga seiring di daki. "Sayang dulu tidak punya HP canggih, tak banyak yang bisa diabaikan," kakta perempuan asal Jalan Ringinsari II Lumajang ini.

Dia mengakui, di lumajang ini memiliki kenangan yang sulit duluoakan. Dia merasakan Lumajang ini juga awal baru dari kehidupannya yang baru saat masih kuliah. Hobinya yang suka mendaki juga seiring kesampaian.

Tak Heran, disaat sekarang ini dia merasa kangen dengan dunia yang dulu pernah dia lakoni selama tinggal di Lumajang. "Seringnya tidak, tapi lumayan aktif. Ditambah lagi dengan aktifitas di pramuka waktu di SMA," jelasnya.

Bahkan, dalam hajatan rutin tahunan dia juga merasa tidak pernah lupa. Sperti jalan dari Gucialit sampai alun-alun. "tidak pernah absen. Selalu ikut acara itu. Longmarch dari Gucialit ke alun-alun," paparnya.

Semua kenangan itu masih membekas kuat dalam ingatannya. Bahkan sampai saati ini ketika mengajar dia sering menyampaikan hal-hal menarik tentang Lumajang. Ketika kuliah di perguruan tinggi swasta di Lumajang dia juga terkenang ketika pertama mengenal organisasi.

Dia menegaskan bahwa Lumajang adalah kota yang sejuk. Dan menjadi kota yang nyaman untuk menambah ilmu dan pengalaman. "Saya merasa begitu, Lumajang itu nyaman dan mendukung untuk menambah pengalaman," jelasnya.

Namun kini semua tinggal kenangan. Sebab, dia harus menetap di Sidoarjo. Meskipun begitu, saat pulang dia selalu teringat dengan masa-masa yang dulu pernah dia lewati di Lumajang.

Kini dia sudah memiliki pasangan hidup. Namanya Luqman Eko Budianto. Bahkan, sudah memiliki dua buah hati. Bernama Aghastya Javastha Auni dan As Shofa Javier Auni. Pekerjaannya pun juga beda dengan dulu.

Alumni STIE Widyyagama 2007 ini mengaku  awalnya memang bekerja di Lumajang. tetapnya tahun 2007 sebagai tenaga administrasi di Yayasan Bina Kesejahteraan Sosial Lumajang. Kumidian berlanjut menjadi pendamping desa sejak 2007 sampai 2010.

Baru setelah itu dia meninggalkan Lumajang. Sejak menempuh pendidikan di kota besar. "sekarang mengajar di SMK Wijaya Sukodo, SMK PGRI 2 Sidoarjo dan tutor paket A B C di PKBM Alhikmah Sukodomo. Tapi masih tetap ingat Lumajang jelasnya. (fid/ras)


Sumber : Jawa Pos Radar Semeru 14 Januari 2017
Ditulis Kembali Oleh : (IS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar