MENJADI bidan salah satu puskesmas pinggiran memang makan hati. Setiap hari harus ekstra sabar. Terutama dalam menghadapi pasien yang sumber daya manusia (SDM) nya tergolong lemah.
Salah satu bidan yang merasakan betul kondisi ini adalah Revisa Widya Pratiwi. Perempuan kelahiran 5 Mei 1998 ini mengaku setiap hari harus melewati pengalaman tersebut.
Awalnya dia merasa kaget dengan profesi yang menyimpan banyak tantangan di pinggiran kota Lumajang ini. "Awalnya sih kaget. Tapi sekarang sudah biasalah. Sudah jadi makanan setiap hari," jawaban.
Jadi Vokalis Grup Band
Perempuan yang beralamat di Desa Sumberejo Kecamatan Candipura ini mengakui baru pertama pekerjaan ini dilakoni. Itu sejak lulus kuliah di D3 Kebidanan.Pengalaman kerja pertama itu langsung menghadapi pasien dengan beragam karakter. "Ada pasien yang baik dan marah. Tapi ada juga yang kadang cerewet, komplain terus dan gak ada benernya yang kita lakuin," jelasnya.
Dari pengalaman itulah kemudian dia dituntut untuk belajar sabar. Selain belajar sabar juga harus bisa belajar mengendalikan emosi. "Karena pasien akan sengan jika kita bisa sabar menghadapi mereka," katanya.
Apalagi yang terjadi pada ibu yang mau melahirkan. Sebab, setiap ibu yang mau melahirkan menurut dia emosinya pasti labil. Belum lagi keluarganya yang sudah pasti menurut perhatian ekstra pada si pasien.
Apapun yang terjadi dengan karakter pasiennya itu, putri pasangan Gunung Abu Agung dan Indarti ini mengaku sangat senang. Sebab dengan profesi yang saat ini dia jalani merasa bisa membantu orang lain. "Bisa menolong orang lain itu bikin saya senang," katanya.
Dia merasa puas karena yang awal jadi motivasinya adalah tidak hanay mengelar materi saja. Melainkan mencari tempat dan ruang yang bissa membantu keaulutan orang lain.
Saking enjoynya dengan profesi tersebut, Revita mengaku juga pernah membuat komunitas band denagn sesama bidan. "Pernah puynya band yang anggotanay dari bidan semua dari beberapa puskesmas di Lumajang," katanya.
Kegemarannya pada dunia tarik aura menempatkan dirinya sebagai vokalisnya. Itu biasanya dilakukan perfrom disaat waktu longgar dan ketika ada even. "Biasanya menggung kalu ada event aja sih. "Tapi semua itu dilakukan denagn tidak mengabaikan tanggung jawa sebagai bidan," pungkasnya. (fin)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 22 November 2016
Disalin kembali : (Yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar