Kamis, 09 Februari 2017

Rintis Omah Sinau



    MENJADI
ibu rumah tangga saja ternyata menjenuhkan. Makanya, perlu mengisi hari-harinya dengan aktifitas yang menghibur. Bukan dengan hiburan pada umumnya. Tetapi dengan merintis sebuah komunitas omah sinau yang ada di kecamatan tempeh.

    Begitulah yang dilakukan SIti Murniasih. Perempuan yang beralamat RT 04 RW 9 Dusun Kebonan Desa Gesang Kemcamatan Tempeh ini memang mulanya hanya ibu rumah tangga biasa. Namun beberapa bulan kemudian dia mencoba untuk membangun usaha. Yakni berjualan bajiu. Aktifitas itu membuat hari-hari nya tidak menjenuhkan.

    Selain itu, ternyata dia mulai tergugah dengan kondisi yang ada disekitarnya. Bahwa memang perlu dibuat sebuah komunitas yang dapat meningkatkan taraf pendidikan dan kualitas masyarakat sekitar.

Mendorong Terbentuknya Komunitas Lumajang

    "Makanya saya uga mendirikan omah sinau," katanya. Informasi detail tentang omah sinau bisa dilihat melalui website omah sinau.

    Disitulah dia menemukan runtinitas yang menghibur. Dia rela menyisihkan waktunya untuk menjadi pengajar di omah sinau, pesertanya mulai usia SD sampai SMA ada," katanya.

    Bahkan, saking antusiasnya. Rencananya akan ada kelas untuk umum juga. Itu menyusul karena kebetulan ada beberapa perangkat Desa Gesang begitu antusias. Dan berminat untuk belajar bersama teman- temannya.

    Asih sapaan akrabnya juga mahir merancang omah sinau sebagai komunitas yang berguna. Makanya, dia juga mengembangkan modul sekaligus fasilitator training dalam setiap pelatihan yang diselenggarakan komunitas tersebut.

    Salah satu pelatihan yang sukses dilaksanakan adalah Volunteer Management Training (VMT). "Pelatihan itu sudah diselenggarakan sebanyak 3 kali dan diikuti oleh lebih dari 20 komunitas di Lumajang," katanya.

    Antusias dalam kegiatan itu kata dia begitu tinggi. Membuat semua peserta merasa terfasilitas apa yang diinginkannya. Melalui VMT, komunitas-komunitas yang ada kata dia saling terhubung.

    Diharapkan nantinya terjalin konektifitas dan sinergi yang baik sesama komunitas. "VMT juga mendorong peserta untuk berbenah. Sehingga program - programnya dapat di manage lebih baik dan berdampak bagi masyarakat luas," katanya.

    Komunikasi antar alumni VMT terus terjalin dengan bagus. Bahkan cukup intensif lewat grup chatting gabungan komunitas-komunitas dan individu yang tergerak. "Baru kemudian dibuatlah nama Komunitas Lumajang Kumpul," jelasnya.(fid/ras)





Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen, 24 November 2016
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar