Kamis, 02 Februari 2017

Suka Hangout


Mungkin bgi sebagian orang, kata hangout identik dengan hura-hura. Namun tidak bagi Riska Yulia Fatimah. Dia lebih suka menghabiskan waktu di luar bersama teman-temannya dari pada hanya berdiam diri di rumah.


Begitulah, sosok perempuan yang satu ini. Tidak biasa menjadi anak rumahan. Namun,tetap ada sisi positifnya dan negatifnya. "Kalau kata ku sih, lebih asyik anak hangout," katanya.

Meski demikian, Riska mengakui, menjadi anak rumahan itu sebenarnya bisa lebih dekat dengan keluarga. Karena memang jarang keluar rumah. Dengan begitu, kedekatan dengan keluarga sangat terjalin.

Selai itu, anak rumahan juga bisa mengirit uang. Sehingga, pengeluarannya juga bisa tertata dengan sempurna. "Kalau anak rumahan kan jarang keluar rumah, uang saku jarang kepakai akhirnya bisa lebih hemat," tuturnya.

Namun, menjadi anak rumahan menurut Riska, ada kekurangannya juga. Diantaranya, jarang memiliki temen.

Sebenernya bisa saja mengajak teman ke rumah,tapi tidak mungkin rasanya mengajak teman setiap hari.

Sehingga, Riska menyimpulkan, anak rumahan biasanya lebih tetutup dan hanya memiliki kedekatan dengan keluarga saja. Selain itu anak rumahan juga biasa dibilang kuper. "Gimana enggak, kan mereka jarang keluar rumah," terang perempuan yang memiliki hobi bersepeda ini.

Sementara, menjadi anak hangout menurut dia, memiliki banyak keunggulan. Diantaranya, memiliki banyak teman. Karena, setiap kalau hangout pasti bersama teman-temannya.

Dengan begitu, akan lebih dekat dengan banyak teman. Ditambah lagi, bisa bertemu dengan orang baru, dan sekaligus bisa menambah teman baru. "Bisa banyak temen kan keunggulan yang dimiliki," akunya.

Perembuan yang lahir di Lumajang 22 Juli 1997 ini mengatakan jika anak hangout itu bisa banyak tahu tentang tempat-tempat keren. Karena keseringan keluar rumah, pengetahuannya tentang lokasi yang memuaskan itu sudah di luar kepala.

Secara otomatis, jika ditanya akan kemana kita hari ini, anak hangout langsung bisa menjawab dan memuaskan orang yang bertanya. "Karena memang sering nongkrong, jadi sedikit banyak tahu di mana tempat asik," jelasnya.

Selain itu, sebutan anak gaul juga disandang oleh anak hangout. hal itu karena anak hangout lebih memiliki pengalaman. Jadi ada kebangga tersendiri, bisa tahu banyak tempat dan lokasi menarik dari pada orang lain.

Riska mengatakan, tetap ada kekurangan menjadi anak yang suka hangout. Diantara, kurang memiliki kedekatan dengan keluarga. "Namun, yang harus diwaspadai adalah boros," tutup anak perempuan Suprapto dan Alif Lailia ini. (mar/ras)

Sumber : Jawa Pos Radar Semeru, 5 Novenber 2016
ditulis oleh :(er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar