Kalau Tidak Bisa Buka Buku Lagi
Sehungga,sangat diperlukan penentuan alat kecantikan yang harus digunakan oleh seorang yang memiliki tingkat kelembapan kulit yang berbeda."Kalau,seenaknya menggunakan alat kecantikan,kulit akan rusak,"terangnya.Rifka mengakui,jika awal kali dirinya masuk dalam dunia kecantikan itu merupakan paksaan dari kedua orang tuanya.Dia sama sekali tidak tertarik dengan yang namanya kecantikan atau semacamnya.Maklum saja,anak perempuan pasangan Heri Hariono dan Lilik Handayani ini,memiliki kepribadian tomboy."Dulu saya gak mau masuk dekecantikan ini,bapak sama ibuk itu yang maksa-maksa,"akunya.Karena sudah kemauan orang tua,Rifka tidak bisa menolak dan menuruti permintaan dari kedua orang yang paling dia hormati itu.Memang gerundel,tapi lama kelamaan jadi menikmati sekolah dikecantikan."Lama-lama,nyaman juga di kecantikan,banyak hal baru yang saya dapat ketika sekolah dulu,"akunya.Dari situlah,dia banyak belajar dan memahami karakter dirinya sebagai seorang wanita.Ternyata,dia mengatakan,ada hikmah dibalik keinginan keras orang tua itu.Bahkan,setelah masuk di sekolah kecantikan dirinya tidak jarang mendapat pujian karena prestasinya."Alhamdulillah,ada hikmahnya,"katanya lalu melempar senyum.Perempuan yang akrab dengan hijab dan mata sipitnya ini jadi percaya dengan ridlonya Allah itu memang berada diridlonya kedua orang tua.Dengan begitu,dirinya tidak lagi merasa terpaksa menekuni sekolahnya saat itu.Saat ini,Rifka tinggal mempraktekan ilmu yang didapatnya di sekolah.Dia dengan senang hati melayani jika ada temanya yang ingin berkonsultasi."Seneng kalau ada teman yang mau konsultasi,kan sekalian mempraktikan ilmu,katanya.Tidak seperti konsultan kecantikan yang sering muncul di layar kaca itu,kata dia,lebih mengajak temannya-temannya untuk Sharing tentang kecantikan sehingga,akan ada solusi bagaimana cara menanganinya.Dengan begitu,dia menerima siapapun yang memiliki keinginan treatment,atau apa saja yang menyangkut kecantikan."Kalau banyak yang tanyakan saya juga belajar,kalau tidak bisa,buka buku lagi,"tutupnya.(mar/ras)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru 2 November 2016
disalin oleh: Af

Tidak ada komentar:
Posting Komentar