.
Itulah yang belakangan ini sedang ditekuni Winda Pradani Valentina. Perempuan kelahiran 14 Februari 1993 ini saat ini bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Kesehatan Lumajang. Sebelumnya dia pernah bekerja di Kantor Pos Lumajang.
Itu semua menurut dia sangat berguna. Sebab, dia ingin sekali menjadi muslimah taat. "Ya semacam memperdalam diri untuk menjadi muslimah sejati begitu. Sampai sekarang masih terus memperbaiki diri," ungkap alumni SMAN 1 Lumajang ini.
Tinggalin yang Ketat Pilih Yang Longgar
Untuk menjadi seperti itu, dia mengaku banyak mendapatkan bekal dari masa kuliahnya di D III Jurusan Kesehatn Lingkunagn, Politeknik Kementrian Kesehatan Surabaya. Sekarang dia lebih sering mendapatkannya dari membaca buku.Buku yang dia baca tentu adalah untuk memperdalam cara dia menjadi muslimah sejati. "Ya buku-buku Islami. Seperti Kun Anta, Menuju Baik Itu Baik, Menuai Fadhilah Dunia Menuia Berkah Akhirat, dan buku yang lain tentang Islam. Itu sanagt berguna untuk memperbaiki diri," jelasnya. Setiap hari, di sela-sela kesibukannya, dia masih saja dia sempat membaca buku-buku tersebut.
Dia juga rajin mengikuti aktivitas keagamaan setiap Ahmad pagi. Yakni di Pengajian Madaniah Alhuda. Itu dilakukan untuk menambah pemahaman keagamaan.
Alhasil, dengan semua itu, dia berani menerapkan hasil bacaan itu dalam perilakunya sehari-hari. Yakni mengenakan kerudung sya'i. "Dari yang dulu pakai kerudung ala kadarnya, sekarang memakai kerudung sesuai syariat Islam. Kerudung Sya'i," tegasnya.
Apa enaknya kerudung sya'i? Winda membeberkan banyak hal. "Enaknya pakai kerudung panjang itu lebih aman kalu kemana-mana," katanya.
Tentunya di saat mau salat. Sewaktu tidak membawa mukena bisa memakai kerudung saja. "Kan udah panjang," jawabnya.
Selain itu, enaknya mengenakn kerudung panjang itu mudah dikenali. Karena sudah jelas dalam Alquran dan Hadits. Intinya, menganhjurkan agar pakailah kerudung sampai menutup dadamu agar
mudah dikenal dan tentunya lebih menjaga diri.
Kini dia puya tekad bulat."Insyaallah aku sudah bertekad ninggalin celana ketat, kaos ketat, dan sekarang beralih ke baju longgar," tambahnya. Dan dalam tiga bulan terakhir ini dia seneng-senengnya memakai kerudung panjang.
Awalnya sih coba-coba . Soalnya dia tidak punya banyak kerudung panajang dan baju longgar. Juga tajut di bilang orang gak modis, mirip ibu-ibu. Biasa, anak muada. Pikirannya masih kemana-mana. "Tetapi kok ternyata nyaman ya. Dan malh gak eank kalu gaka pakai kerudung sya'i," bebernya. Dengan mengenakan kerudung tersebut, dia mengaku semua perilakunya harus dipertanggungjawabkan. Tidak seenaknya. Cara berturur kata pun juga demikian. Tidak bisa ceplas-ceplos ataupun seperti perempuan yang tidak berkerudung. Dia sudah mulai menerapkan dan merasakan manfaat dari semua itu.
Selain itu, Winda sapaan akrabnya, juga punya hobi lain. Yakni juga Hobi membaca, travelling, wisata kuliner, dan lainnya. Semua hobi itu kata dia masih tetap dijalani. Tidak ada yang lewat dari aktivitasnya. (fid/ras)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 05 Januari 2017
DIsalin Kembali Oleh: (Yn)

Judulnya apa betul seperti itu
BalasHapus